Tampilkan postingan dengan label art. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label art. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Desember 2010
Many The Miles
There's too many things I haven't done yet
Too many sunsets I haven't seen
Many The Miles - Sara Bareilles
Too many sunsets I haven't seen
Many The Miles - Sara Bareilles
Sabtu, 04 Desember 2010
Unlined
like my mind and yours
splattering on paper with colors
curved asymmetrically
in thoughtless brushes
splattering on paper with colors
curved asymmetrically
in thoughtless brushes
Kamis, 02 Desember 2010
Sabtu, 27 November 2010
Gadis Boneka
Siapa kau?
Dalam bingkai terpantul dua mata cokelat
Bergetar hampa
Saat semua retak, hancurlah dia
Si gadis boneka
Berceloteh riang gembira
Menari di atas awan
Seolah dia bebas, terbang di angkasa
Tapi itu hanya alunan teater
Awan dari Styrofoam
Angkasa dari besi
Dan temali bening merantainya
Oh, dia tidak sadar,
Si gadis boneka terlalu buta untuk melihat
Panggung sandiwara di sekelilingnya
Tempat dia mengangkat dagunya tinggi ke udara
Sampai kemudian semuanya kacau,
Sandiwara belum selesai namun dia bangun dari mimpi
Berteriak dan menjerit meretakkan cermin-cermin
Menggapai terus menggapai langit palsu di sangkarnya
Dan dia jatuh
Tali itu begitu transparan hingga hilang jadi debu
Dan gadis boneka
Retak, hancur di lantai kelabu
Matanya bergerak-gerak menatap hancur dirinya
Tidak tersisa, di cermin bukan lagi gadis boneka
Dia siapa?
Apa siapa?
Mengail harga diri bonekanya
Yang putus bersama temali
Oh, betapa ingin dia merangkak
Dari kurungan besi
Di kurungan besi, langit berwarna biru
Hijaunya hutan, lembutnya awan
Dunia khayal indah, panggung gadis boneka
Dan kami, mengawasi gadis boneka yang retak tanpa daya
Kehilangan jati dirinya.
Dalam bingkai terpantul dua mata cokelat
Bergetar hampa
Saat semua retak, hancurlah dia
Si gadis boneka
Berceloteh riang gembira
Menari di atas awan
Seolah dia bebas, terbang di angkasa
Tapi itu hanya alunan teater
Awan dari Styrofoam
Angkasa dari besi
Dan temali bening merantainya
Oh, dia tidak sadar,
Si gadis boneka terlalu buta untuk melihat
Panggung sandiwara di sekelilingnya
Tempat dia mengangkat dagunya tinggi ke udara
Sampai kemudian semuanya kacau,
Sandiwara belum selesai namun dia bangun dari mimpi
Berteriak dan menjerit meretakkan cermin-cermin
Menggapai terus menggapai langit palsu di sangkarnya
Dan dia jatuh
Tali itu begitu transparan hingga hilang jadi debu
Dan gadis boneka
Retak, hancur di lantai kelabu
Matanya bergerak-gerak menatap hancur dirinya
Tidak tersisa, di cermin bukan lagi gadis boneka
Dia siapa?
Apa siapa?
Mengail harga diri bonekanya
Yang putus bersama temali
Oh, betapa ingin dia merangkak
Dari kurungan besi
Di kurungan besi, langit berwarna biru
Hijaunya hutan, lembutnya awan
Dunia khayal indah, panggung gadis boneka
Dan kami, mengawasi gadis boneka yang retak tanpa daya
Kehilangan jati dirinya.
___________________________________________________
nulis ini beberapa waktu lalu dan akhirnya dikasih buat tugas Bahasa Indonesia gue (semua anak kelas 12 harus bikin puisi).
agak-agak horor ternyata.
ceritanya tentang hancurnya identitas seseorang yang digambarkan dalam bentuk 'boneka'. hahaha...
agak-agak horor ternyata.
ceritanya tentang hancurnya identitas seseorang yang digambarkan dalam bentuk 'boneka'. hahaha...
Sabtu, 20 November 2010
Almost Fall
nothing stay forever
they'll wither and die
and fall to the ground
they'll wither and die
and fall to the ground
Minggu, 07 November 2010
Golden Time
there it was in the war of Troy
the prettiest held a golden apple
the knights began to march
as the time began to stir...
the prettiest held a golden apple
the knights began to march
as the time began to stir...
it's sepia, taken by my N78 phone. it didn't look golden at all...
Langganan:
Postingan (Atom)
